Ada momen-momen yang tampak biasa,
namun sebenarnya sedang bekerja diam-diam di dalam diri.
Gerak kecil.
Langkah yang tidak tergesa.
Suara yang tidak meminta didengar,
namun tetap hadir.
Di sanalah hidup sering berbicara—
bukan lewat kata,
melainkan lewat jeda.
Tubuh tahu kapan harus maju.
Hati tahu kapan harus berhenti.
Dan di antara keduanya,
ada ruang sunyi tempat kita akhirnya bertemu diri sendiri.
Tidak ada yang perlu dikejar.
Tidak ada yang perlu dibuktikan.
Cukup hadir.
Menyadari napas.
Menyadari rasa.
Karena kadang,
yang paling bergerak dalam hidup
justru lahir dari keberanian untuk diam sejenak.