"Jadi kenapa Na dan Cl berbeda dari NaCl?"
"Kalau Na dan Cl, atom2nya netral. Kalau NaCl, atom2 yang enggak netral."
Lega, artinya paham dia.
"Ibu lanjutkan jenis, jenis ikatan kimia. Bla bla bla...paham?"
"Emm....pa...ham."
Hemm...agak ragu, ya?
"Apa beda ikatan kimia pada garam atau NaCl dengan ikatan kimia pada Hidrogen atau H2?"
"Emm...apa ya?"
"Bedanya....bla bla bla... Paham?"
"Enggak."
"Okay, ibu ulangi lagi dari awal. Bla bla bla... Paham?"
"Bingung."
"Sebentar."
Sang guru les otomatis berhenti, menghela nafas dan menghadirkan semua sensasi emosi yang muncul seperti kesal, capek, ekspektasi (ternyata muncul, lho) dan memeluk mereka. Secara otomatis ia bertanya dalam hati "Apa yang belum aku lihat di sini?". Muncul slide di kepala,"Kalau sudah waktunya kesadarannya, pemahaman akan muncul dengan sebenarnya. Kalau belum waktunya kesadarannya muncul, wajar kalau masih ngeblank. So let it flows.".
"Okay. Sampai di sini dulu. Yang itu nanti ibu bahas lagi lebih lanjut."
"Asyik. Iya, Bu. Em...atom itu kayak manusia ya. Bisa sendiri tapi bisa kerjasama."
"Lha...asyik, iya. Itu yang dinamakan hukum alam."
"Iya, iya, iya. Aku pinter."
"Hahaha...iya, dong."
Terimakasih ya, nak. Sudah menjadi fasilitator ibu hari ini. Tinggal ibu saja tertawakan diri sendiri yang masih ada pinginnya semua punya state yang sama seperti ibu. Pemaksaan hanya menghasilkan fake understanding atau bahkan kesalahpahaman.